Berdasarkan temuan yang dipublikasikan hari Rabu oleh perusahaan keamanan siber Trellix, para pelaku kejahatan siber kini memperjualbelikan aneka perkakas peretasan bertenaga AI beserta layanan pendukungnya di forum-forum gelap dunia maya. Tim peneliti mendapati beragam produk berbasis AI yang beredar di pasar-pasar bawah tanah tersebut, mulai dari alat pengumpulan informasi target (reconnaissance), lapak jual-beli kredensial curian, hingga platform AI-as-a-service. Temuan ini memperlihatkan bagaimana teknologi AI kini dikomersialkan sedemikian rupa sehingga siapa pun, bahkan tanpa keahlian teknis tinggi, bisa mengakses kemampuan menyerang yang sebelumnya hanya dimiliki peretas berpengalaman.
Sejumlah layanan dan perkakas peretasan yang ditemukan antara lain:
1. Pelaku dengan alias Shadowx007 memasarkan alat bernama APEX AI, yang diklaim mampu menyusun rencana serangan setara kapabilitas milik negara. Cukup dengan memasukkan domain target, alat ini akan menghasilkan rencana serangan yang lengkap, termasuk instruksi rinci tahap demi tahap, untuk mendukung penyebaran ransomware.
2. Aktor bernama ImpactSolutions menjajakan Metamorphic Crypter, layanan enkripsi komersial yang dipasarkan di forum Exploit. Alat ini diklaim mampu meloloskan malware dari berbagai teknologi deteksi berbasis tanda tangan (signature-based), dengan klaim bahkan tidak terdeteksi oleh Windows Defender maupun mayoritas produk antivirus lain.
3. Sebuah layanan bernama MessiahGPT ditawarkan di forum BreachForums, diklaim sebagai model AI yang sama sekali bebas dari batasan etika, berbeda dengan model-model komersial ternama asal AS yang umumnya memiliki pagar pembatas (guardrail).
Selain itu, laporan terpisah dari tim peneliti Proofpoint mengungkap peredaran alat indirect prompt injection yang dirancang untuk memanipulasi agen AI. Perintah berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi akan dibaca oleh sistem AI seolah-olah merupakan instruksi sah, sehingga dieksekusi sebagai bagian dari alur pengambilan keputusan normal. Perintah tersembunyi ini biasa disisipkan dalam file PDF, email, halaman web, hingga undangan kalender, dan diperjualbelikan di forum bawah tanah dengan harga sekitar 150 dolar AS per bulan.
Sebelumnya, Palo Alto Networks juga pernah mengulas bagaimana model bahasa besar (LLM) memproses permintaan-permintaan berbahaya semacam ini.